Langsung ke konten utama

She Was Pretty

Baru selesei nonton drama korea judulnya "she was pretty", sumpah ini drama lucu abis tapi pesannya juga dapet banget. Seperti kebanyakan drama romance lainnya yang mengisahkan cinta segi empat, di she was pretty ini tokoh utama Kim Hye jin dan Ji Seong Jun adalah teman masa kecil kemudian berpisah karena Seong jun pindah keluar negeri. Beberapa tahun kemudian Seong Jun kembali ke korea dan mencari Hye jin, mereka sepakat untuk ketemu. Tapi Hye jin merasa bahwa dia gak siap ketemu Seong Jun karena penampilan dia yang sekarang jauh beda dengan dia yang dulunya cantik dan menjadi idola para cowok. Akhirnya Hye Jin meminta tolong sahabatnya Min Ha ri berpura-pura menjadi dirinya kemudian ketemu Seong jun untuk pertama dan terakhir untuk memberi tahu kalo dia akan ke luar negeri melanjutkan kuliah. Saat itu masalah selesei, Hye Jin mendapat panggilan kerja di Perusahaan ternama awalnya dia bekerja dibagian logistik kemudian diminta pindah ke team majalah MOST untuk tiga bulan. Dan sialnya ternyata Seong Jun juga bekerja di team itu sebagai wakil pimpinan redaksi, Hye Jin udah heboh takut ketahuan tetapi Ha ri meyakinkan  Hye Jin  kalo gak bakal ketahuan karena banyak orang yang punya nama yang sama. Suatu hari Seong Jun ketemu Ha Ri di lobby hotel, dia kaget kenapa k' Hye Jin malah bekerja di hotel bukannya di Inggris, karena Ha Ri juga kaget akhirnya dia tetap menyamar menjadi Hye Jin untuk sementara nanti dia akan menceritakan semuanya. Ha Ri merasa bersalah kepada Hye Jin karena dia tidak jujur sudah menjalin hubungan dengan Seong Jun. Sedangkan Hye Jin di kantor disukai oleh salah satu reporter aneh, dia suka sekali menggoda Hye Jin dan melakukan hal-hal aneh menganggap Hye Jin adalah adeknya yang udah lama meninggal. Seong Jun senang karena bisa ketemu Hye Jin lagi tapi dia merasa kalo Hye Jin yang sekarang seperti orang asing bukan temen masa kecilnya sedangkan dia merasa udah kenal lama sama pegawainya yang bernama Hye Jin. nah lanjutannya mending nonton sendiri aja lebih seru :D

Drama She Was Pretty  mengajarkan kita bahwa ketika kesempatan datang jangan ragu untuk mengambilnya karena mungkin kesempatan itu tidak datang lagi, cinta tidak memandang rupa tapi rasa nyaman satu sama lain itu yang terpenting, kita tidak bersinar mungkin kita sendiri yang mematikan lampu sorot yang mengarah ke kita, kita bisa memilih untuk bersinar atau redup. Apapun hasilnya yang terpenting adalah bagaimana perjuangan kita untuk mencapainya, lebih baik gagal tapi sudah berusaha sebaik mungkin daripada menyerah karena takut gagal. Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan saja. :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...