Langsung ke konten utama

belajar bahasa korea

Udah sebulan ini aku dan temen se asrama ikut kursus bahasa korea, cuma bayar 75 ribu lesnya dua kali seminggu sampe nanti awal Desember. Pengajarnya dari UGM jurusan bahasa korea, masih seumuranku tapi semesternya dibawahku karena sempet setahun di korea semacam pertukaran pelajar gitu. Awal nya udah pede aja pas ikutan kelas ini, secara udah jadi penggemar drama korea sejak SD sampe sekarang pun. Tapi ternyata kita terlalu berekspektasi, realitanya adalah kita berdua hanya bisa bengong aja pas kelas pertama. Pelajaran pertama langsung belajar huruf hangeul, selama ini cuma bisa ngucapin bahasa korea karena terbiasa ndengerin dialog drama dan baca lirik yang udah di romanisasi. Susah ternyata pemirsa, kudu hapal huruf konsonan, huruf vokal belum lagi tambahan partikel dan struktur kalimatnya, susah tapi seneng haha sekarang dikit-dikit udah bisa lah baca tulisan hangeul meskipun kudu pelan-pelan ngejanya sama belum terlalu paham artinya haha oh iya dua kali pertemuan kemarin aku bolos gara-gara harus bantuin seminar nasional di kampus gak tau deh ketinggalan banyak apa enggak.
Kalo kita belajar sesuatu yang kita senengin itu pasti bawaannya seneng terus meskipun yang dipelajarin susah, iya gak? tapi kalo kita belajar sesuatu yang kita gak suka rasanya pusing dan suka ngeluh padahal yang dipelajarin gampang. Pengen banget ke Korea selatan, kenapa? pengen tahu secara langsung kehidupan disana. kalo bisa pengen banget kerja di stasiun televisi yang ada disana, aku anak broadcasting tv ya meskipun gak mahir-mahir banget sampe sekarang pun belum tahu skillnya apa, pengen tahu proses pembuatan program acara-acaranya tvnya, mengikuti beberapa variety shownya kayak runningman, 1 night 2 days sama the return of superman. Itu acara keren menurutku, runningman dan 1 night 2 days menghiburnya dapet, acaranya bagus, mengenalkan budaya lokal, mengenalkan destinasi wisata dan dari segi mendidik juga ada kalo nonton yang the return of superman. Mungkin itu salah satu daya tarik kenapa penonton acaranya banyak sampe rela live streaming dan download kalo mau nonton bagi yang tinggal di luar korea. kapan-kapan mau bahas beberapa acara atau drama korea yang udah dan lagi di tonton ah sekarang mau siap-siap les dulu, see ya~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...