Langsung ke konten utama

penulis inspirasiku

Orang yang deket sama gue pasti tau kalau gue suka membaca buku. Entah itu novel, buku non fiksi, majalah, blog, koran kadang-kadang kecuali buku pelajaran aja haha sebenernya sering juga k' mbaca buku pelajaran kalau tulisannya asik dibaca gak terlalu tekstual dan bahasanya lebih ringan, aku lemah kalu suruh mbaca yang bahasanya berat pusing kak kepala ku~
Karena kegemaran membaca itu gue sangat bersyukur bisa kuliah di sini, Yogyakarta. Bener kata mbak Arum kalau Jogja itu dia banget. Gue suka di sini, suasanya, banyak kegiatan yang asik buat diikutin, banyak komunitas anak muda, cuma macetnya yang kadang bikin stres di jalan. Dulu pertama kali gue kesini tahun 2011, sumpah Jogja gak semacet sekarang. Aksesnya gampang kalau nyari buku, disini toko buku banyak. Mau yang Gramedia atau toko buku kecil, ada. Dan yang paling penting adalah, gue punya kesempatan besar untuk ketemu penulis favorit dong~ yeay!
Awal kuliah sempet ketemu Abidah El Khalieqy, pengarang perempuan berkalung sorban, genijora dll, yang ternyata pernah ngajar di fakultas gue tapi bukan di jurusan gue sih. Terus ketemu bang Pandji Pragiwaksono, yang pertama ketemu pas di Gramedia Ambarukmo Plaza yang promo buku Merdeka dalam Bercanda yang sampe sekarang gue belum beli buku itu, haha tapi udah baca bukunya dia yang Nasionaisme dan Berani Mengubah, ketemu yang kedua kalinya di UGM itu gak sengaja tau infonya terus langsung cus berangkat, lupa pas itu temanya apa tapi aku inget ada Mbak Alissa Wahid juga. Dan yang ketiga itu juga gak sengaja pagi-pagi stalking twitter eh ternyata bang Pandji ngisi kelas di Akademi Berbagi Jogja di Edu Hostel jam 10, wuah langsung kelabakan mandi siap-siap berangkat. Gue kagum sama sosok bang Pandji karena dia seolah mengingatkan kita bahwa kita generasi muda harus membantu negara ini untuk bangkit tapi dengan cara yang kita bisa, gak harus jadi presiden atau pejabat tapi bisa melalui karya, semangat berjuang membela negara, temukan passionmu dimana dan bantulah sesuai dengan passionmu itu. kalau kata Bang Rene Suhardono, hidup dia baik-baik aja sebelum ketemu pak Anies Baswedan, kalau gue hidup gue baik-baik aja sebelum mengenal Pandji Pragiwaksono, lebih tepatnya mengenal karya dia lewat buku, lagu dan stand up comedy dan lewat bang Pandji gue bisa tau orang-orang baik dan keren di negeri ini masih banyak, terimakasih bang Pandji :)) *salaman*
Berikutnya ketemu mbak Ika Natassa di Gramedia Amplaz untuk promo novelnya Twivortiare kalo gak salah. Pertama baca novelnya mbak Ika itu yang Antalogi rasa, awalnya tertarik gara-gara mbaca sinopsisnya terus beli. Dan mulai saat itu jadi jatuh cinta sama novel karya mbak Ika Natassa, udah mbaca yang a very yuppy wedding, divortiare, twivortiare, twivortiare 2 dan cerpennya yang critical eleven, gak pernah nyesel beli semua novelnya. Sekarang lagi nunggu versi novelnya critical eleven yang sekarang masih proses produksi. *brb nabung*
Selanjutnya ketemu mak suri Dee Lestari, waktu itu di IONs acaranya anak UGM kalo gak salah. Demi acara itu beli novel terbarunya yang Gelombang, karena gue pernah baca karya Dee itu perahu kertas dulu masih zaman SMA. Selesei mbaca gelombang ternyata ceritanya bagus, terus nyari pinjeman serial sebelumnya ksatria, putri dan bintang jatuh, akar, petir terus beli yang partikel karena gak ada yang punya. aku kembali jatuh cinta dengan tulisan Dee, imajinasinya itu loh keterlaluan bagusnya,hahaha meskipun pas mbaca yang ksatria, putri dan bintang jatuh itu butuh pemahaman ekstra karena kudu baca 2-3 kali kalimatnya biar paham dan kadang gak paham juga tapi seri supernova 1-5 recomended buat dibaca k' :))
Sabtu tanggal 9 mei kemarin ketemu mas Rene Suhardono gegara ikut #YOTclass, pertama kali tau bang Rene itu gegara nonton video TEDx di youtube ngomongin tentang passion gitu dan udah lama mau beli bukunya tapi gak jadi-jadi yaudah kemarin nekad beli tapi sekarang belum dibaca soalnya masih mbaca buku lain hehe
Masih dalam rangkaian #YOTclass, gue ketemu mas Adjie Silarus dong. buku pertamanya sejenak hening gue beli tahun lalu gegara lagi di Gramedia mau beli buku apa bingung yaudah beli deh sejenak hening dan aku gak nyesel :) karena kita semua butuh sejenak hening. nah, keesokan harinya  ketemu mas Adjie lagi di kelasnya Akber Jogja dengan menenteng buku barunya sadar penuh hadir utuh hasil beli pas habis dari #YOTclass, iya aku lemah dan murahan kalau didepan buku suka gak pake mikir dulu kalau mau beli :)) mas Adjie kemarin sih mbahas tentang hidup sederhana tapi di post selanjutnya aja ya mbahasnya, udah pegel ngetik ini hahaha 
semoga selanjutnya aku bisa ketemu penulis favoritku yang lainnya ya, amiinn I love you jogja :)) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...