Langsung ke konten utama

from Novel Let Go

Mencari seorang teman, sahabat yang menganggap kita itu penting dalam hidupnya gak cuma waktu "dia" butuh bantuan saja dan bukan karena kita egois ingin selalu dianggap penting atau yang lebih "subhanallah" lagi kita menjadi alasan untuk "dia" "teman/sahabat" untuk tetap hidup, "dia" rela berjuang untuk tetap hidup karena kita masih ada "hidup". mencari seseorang yang mau dekat dengan kita tanpa melihat kelebihan apa yang kita miliki. tidak menilai seberapa pintar/cerdas otak kita, seberapa cantik/modis penampilan kita, darimana kita berasal dan bagaimana latar keluarganya karena kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang bagaimana atau bagaimana kehidupan kita sebelum mengenal "dia". Yang "dia" lihat adalah seberapa tulus kita mau temenan/sahabatan sama "dia" dan kita bisa tampil apa adanya diri kita di depan "dia" tanpa harus ada kebohongan dan sandiwara. Untuk nyari temen deket itu gampang *sekedar deket* tapi yang bakal bertahan lama dan bener-bener tulus itu yang suuuusssaahh!!! *sebenere tulisan lama tapi baru sempet di publish sekarang*

Komentar

  1. temen itu temen, :p manusia social yang saling membutuhkan :p membutuhkan ada porsi dan lokasinya, tahu balas budi dan tahu kapan akan pergi. tahu seharusnya kita sendiri harus lebih tahu, siapa teman kita :)

    BalasHapus
  2. terimakasih sudah mampir dan commentsnya kakak :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih :D

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...