Langsung ke konten utama

pernah gak sih?

Pernah gak sih kalian itu ngerasain keadaan kayak gini?, lo bela-belain mbantuin temen-temen lo ngerjain tugas tapi ketika kamu kesulitasn ngerjain tugas gak ada yang mbantuin maupun peduli, hmm itu contoh kecilnya saja. Biasanya gue cuek-cuek aja jarang mikirin hal kayak ginia tapi akhir-akhir ini kayaknya kok berat banget ya, semacam beban fikiran gitu. Selama gue bisa mbantuin orang lain pasti sebisa mungkin gue bantu, tapi terkadang gue juga rada gak enak sendiri dan serba salah, misal posisi gue ini lagi banyak tugas, kegiatan or apalah yang membuat gue sibuk dan capek, dengan kondisi seperti itu tiba-tiba ada yang minta tolong buat mbantuin sesuatu dan itu pas waktunya gue istirahat. Itu akan menciptakan suasana kayak gini : Gue capek banget sebenernya tapi gak enak juga nolak dimintain tolong apalagi temen sendiri. Gue itu orangnya paling gak bisa dan gak tega ngeliat orang terdekat gue kesusahan especialy temen, kadang saking sumpeknya gue nanya ke diri gue sendiri, "mereka pernah mikirin kayak gue gini gak ya?",. Sebisa mungkin gue gak mau nyusahin orang lain, tapi bukan berarti gak butuh orang lain please kita kan makhluk sosial yang gak bisa hidup sendiri. Ketika gue masih bisa mendingan dikerjain sendiri meskipun hasilnya ya standar kemampuan gue daripada nyusahin orang lain tipe-tipe suka gak enakan sih ya. Dan yang akhir-akhir ini membuat gue nyesek adalah niat gue baik mbantuin orang tapi ujung-ujungnya gue kena masalah, disalah-salahin dan semacamnya. Terus gue harus gimana? yaudahlah ya ambil hikmahnya saja, yang penting niatnya baik ya gak? :D
Tips dari gue ketika lo mau minta tolong ke orang lain :
  •  Liat dia lagi sibuk apa enggak.
  •  Kalo minta bantuan liat waktu . misal : jangan minta bantuan pada jam istirahat apalagi pas tidur  malem
  • Jangan maksa.
  • Jangan terlalu mengandalkan bantuan orang lain tanpa mencoba terlebih dahulu.
  • Jangan nyalahin misal gak sesuai yang diharapin, udah bagus dibantuin.
  • mentang-mentang temen deket ya jangan se enaknya kalo minta bantuan.
  • dll
cukup sekian gue bercuap-cuap , CU next time :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...