Langsung ke konten utama

Belajar Bahasa Korea (lagi)

Beberapa waktu yang lalu diajakin temen kampus buat belajar bahasa Korea. Kebetulan di tempat dia kerja ada yang punya kenalan orang Korea asli yang lagi belajar bahasa Indonesia di sini. Tanpa pikir panjang I said yes, murah karena yang mau ikut cuma dikenakan biaya 50 ribu rupiah untuk sepuluh kali pertemuan. Kapan lagi bisa belajar langsung sama orang korea asli dengan biaya semurah itu hahaha 
Akhir tahun kemarin ikut kursus singkat bahasa Korea juga, yang ngajar mahasiswa jurusan bahasa Korea di UGM. Kelas inipun sama masih belajar dari dasar, bedanya karena belajar langsung dari orang Korea jadi kerasa banget pentingnya tau dasar dulu, mulai dari cara penulisan huruf hangeul, detail penulisan dan tata letak penulisan hurufnya sangat diperhatikan. Menurut unnie Jina (guru kami) tau dasarnya itu sangat penting jadi selanjutnya akan lebih mudah kalo dari awal tidak tau dasarnya nanti akan semakin sulit. Kita belajar dalam kelompok kecil hanya 12 orang, di kelas sebelumnya terasa lebih mudah berkomunikasi dengan tutornya karena sama-sama orang indonesia, sekarang kita lebih memperhatikan karena unnie Jina berkomunikasi menggunakan bahasa Korea, Inggris dan sedikit bahasa Indonesia. Ada beberapa murid yang sudah pernah belajar bahasa korea sebelumnya seperti gue tapi masih banyak yang baru belajar, jadi yang sudah bisa membantu yang belum bisa. Kelasnya seru, unnie Jina suka melucu jadi kelasnya tidak kaku dan baik banget. Kita selalu diingatkan agar selalu on time, dan bagi murid-murid yang belum paham bisa dateng satu jam sebelum kelas untuk diajarin sama unnie Jina jadi pas kelas sebenarnya mulai mereka bisa mengikuti dengan baik. Gue sendiri meskipun sedikit tau tentang dasar-dasarnya masih belum pede suruh ngomong bahasa korea, masih sebatas bisa baca huruf hangeul kalo disuruh bikin kalimat harus mikir keras karena pembendaharaan kata masih sedikit. Meskipun kadang di asrama suka nyeplos ngomong bahasa korea sekenanya kalo lagi ngobrol sama temen kamar hahaha masih kurang tujuh kali pertemuan minggu depan bakalan belajar menyusun kalimat dan mencoba membaca dan mengartikan lagu berbahasa korea, bakalan seru sepertinya :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...