Ini ceritanya kemarin tanggal 2 Juni 2015, lagi duduk mati gaya nunggu kereta untuk dua jam kedepan, duduk sebelahan sama seorang kakek sebut saja eyang. Eyang lagi nuker tiket lebih tepatnya membatalkan tiket kereta jakarta-kediri. beliau yg pertama ngajak ngobrol, tanya mau kemana kemudian kita ngobrol banyak. Sampe gue tau umurnya 70an, anaknya 3, eyang asli kediri. Ketiga anaknya kuliah di jogja, dua di UII yg satu di UPN. sekarang anak2 nya udah kerja semua dua kerja dan punya usaha di Kediri, yang satu kerja di perusahaan tambang milik Amerika di Riau. Eyang tidak menyombongkan diri kalo anak2nya udah sukses tapi cuma berbagi pengalaman dan wawasan yg udah eyang dapet. Kata eyang selagi orang tua mampu membiayai untuk mencari ilmu, tuntutlah ilmu dengan sungguh2, untuk menguasai dunia itu dengan ilmu untuk menguasai akhirat juga dengan ilmu. Jadi gunakan waktumu untuk belajar, bukan hanya di bangku kuliah tapi juga di luar itu karena ilmu bisa di dapat dimana saja. Tuntutlah ilmu dengan sungguh2, jangan lupa ibadahnya, al qur'annya. Jangan mengecewakan kedua orang tua karena mereka juga berjuang membuatmu menjadi orang sukses. Terimakasih eyang meskipun kita gak tau nama masing2 sudah mau berbagi pengalaman dan terimakasih sudah menganggap saya cucu :-) *terharu*
Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha · Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa sedangkan kita masih kepik...
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih :D