Langsung ke konten utama

Goodbye 2018

Lupa terakhir kapan buka blog, ternyata terakhir posting awal tahun 2017 dan sekarang hari terakhir tahun 2018 haha kemana saja aku hampir dua tahun ini gak buka blog? entahlah :') 
Tahun ini aku berhasil menyelesaikan tanggung jawab sebagi mahasiswa setelah mundur lama sekali, sempat menyesal tapi yasudahlah udah lewat juga. Ketemu banyak teman baru karena sama-sama suka BTS, yang bikin tahun ini penuh dengan pengalaman baru. Aku tipe orang yang gak gampang dekat dengan orang baru, kenalan sama orang baru atau teman baru aku gak punya kesulitan. Tapi untuk menjadi lebih dekat itu yang susah, dulu pernah dibilangin teman sekolah kalo aku itu suka pilih-pilih teman sampai sedih dan merasa bersalah karena aku gak pilih-pilih teman. Makin kesini jadi sadar ternyata bukan pilih-pilih tapi aku susah untuk membuka diri meskipun udah temenan, kayak ada batas gitu yang gak semua orang aku izinin untuk melewatinya. Nah, karena suka BTS aku mulai aktif di twitter lagi, ketemu teman baru saling follow dan mention. Ada yang ketemuan langsung kemudian dikenalin dengan teman yang lain, tukeran nomor. Karena masih satu kota jadi sering main bareng, sekedar ketemu buat ngobrol atau liat dance cover. Ditambah temen kuliah yang dulu jarang ngobrol sekarang sering ketemuan karena sama-sama suka BTS. Aku sempat khawatir bakal kesepian karena ditinggal kerja praktek teman dekatku ternyata gak terlalu berasa. Meskipun berjauhan masih sering komunikasi, sekarang semua serba mudah yang penting ada jaringan internet :)
Tanggal yang berkesan tahun 2018 adalah tanggal 15 November, hari itu aku wisuda meskipun wali yang datang cuma ibu karena ayah dan adek kerja gak bisa datang tak apa tetap senang, sorenya jam 4 pengumuman seleksi penerimaan mahasiswa baru yang ternyata aku lolos alhamdulillah dan malamnya aku ngumpul sama ratusan Army Jogja untuk nonton Burn The Stage The Movie. Dan hari itu akupun sadar bahwa orang yang sayang sama aku itu banyak kenapa takut dengan komentar orang lain yang gak ada hubungannya sama hidupku. Orang-orang yang ada meskipun aku sedih atau senang, aku ucapkan terimakasih banyak. Terimakasih juga untuk BTS, my source of happiness, keberadaan kalian membuat hidupku jadi lebih baik. Semoga tahun depan lebih baik dan lebih bahagia :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...