Langsung ke konten utama

Sukses Bernegosiasi with Ita Sembiring

Hari selasa kemarin ikut kelas Akademi Berbagi di Loop Stasion Jogja, kali ini guru kelasnya mbak Ita Sembiring (lagi), ini ketiga kalinya ketemu mbak Ita. Tahun lalu ketemu pas dia acara Akber juga terus ketemu lagi di LA Indie Movie. Tema kelasnya "Sukses Bernegosiasi". Hampir telat datengnya karena lupa salah liat jam, kirain jam 4 ternyata setengah 4. Udah duduk manis dibarisan depan, kemudian acara dibuka sama MC kece yang aku lupa namanya, duh ma'afkan aku ya mbak padahal udah ngasih aku coklat karena bisa jawab pertanyaan *sungkem*. Seperti biasa kelasnya mbak Ita selalu seru, materinya disampaikan dengan santai, kita sebagai peserta dilibatkan langsung jadi langsung tau prakteknya. Ngomongin tentang negosiasi, dalam hidup kita pasti pernah bahkan sering bernegosiasi dengan orang lain, misalnya negosiasi dengan orang tua, teman kerja, rekan bisnis, dosen dan yang lainnya. ini ada beberapa tips dari mbak Ita tentang gimana cara bernegosiasi yang baik :

* Kenali dulu kawan yang mau diajak negosiasi, kata mbak Ita gak boleh menyebut lawan karena kalo lawan pengennya ngajak berantem. minimal tau nama dan bagaimana perusahaannya (kalo dalam dunia bisnis). Hari gini nyari informasi mudah banget tinggal ngetik keywordnya udah terpampang hasilnya. Jangan males nyari informasi sebanyak-banyaknya, ini berguna banget menandakan bahwa kita emang niat dan tidak meremehkan kawan yang mau diajak negosiasi. Jangan sampe waktu mau mulai presentasi masih nanya ini perusahaan bergerak dibidang apa ya? atau salah menyebut nama klien.
* Public speakingnya harus bagus, percuma materi udah bagus, keren dan kece badai tapi ga bisa menyampaikan dengan baik, percuma. Bagaimana biar public speakingnya bagus? belajar dan praktek. Sering membaca, observasi, sering ngobrol dengan orang baru tapi jangan sok kenal juga. Karena ada pepatah mengatakan "membaca adalah jendela dunia", dengan banyak membaca wawasan kita bertambah dan menambah bahan obrolan kita secara tidak langsung. Terkadang suatu produk ditolak atau tidak disetujui bukan karena jelek atau tidak layak, itu karena yang menyampaikan materi tidak bisa menyampaikan maksud materinya dengan baik. Harus siap dari segi materi dan mental, jangan lupa senyum. Ketika sudah menghadapi klien kita membawa nama perusahaan bukan lagi individu, meskipun lagi badmood banyak masalah gak boleh memperlihatkan didepan klien. Gesture juga penting, yang kadang diremehkan adalah jabat tangan atau salaman. Menjabat tangan harus dengan tegas tapi lembut dan jangan lupa eye contact untuk menghargai kawan bicara.
* Mengerti waktu, usahakan datang minimal setengah jam sebelum jadwal pertemuan yang ditentukan. Kalo perlu satu jam sebelumnya udah duduk manis di kantor klien, kenapa? kita bisa leluasa melihat, mendengar dan mengobservasi lingkungan kantor yang bisa kita pakai untuk mencairkan suasanya waktu presentasi. Jangan sampe telat karena itu bisa memperburuk citra kita kepada klien, gunakan waktu presentasi sesuai yang diberikan uasahakan selesei menyampaikan materi sebelum batas waktu supaya bisa memberikan kesempatan klien untuk bertanya.
* Share ide seperlunya, sering sekali kasus sebuah karya dicuri oleh orang lain. Bagi kalian yang menciptakan karya jangan khawatir ketika sebuah karya dicuri roh dari karya tersebut gak akan kebawa, ibarat melahirkan anak yang tau detail anaknya adalah sang ibu. Karya dicuri yaudah ciptakan karya baru yang lebih bagus. Share ide seperlunya tapi kucinya dipegang sendiri.
* Tulus dan percaya diri, kalo kita menyampaikan sesuatu dengan tulus orang lain bakal merasakan k' dan harus percaya diri. Kalo kitanya gak percaya diri bagaimana orang lain akan percaya?
* Kita juga harus menjaga etika kita terhadap kawan bicara, jangan membahas topik yang sensitif. Simple is the best.
* Be a good listener and be a good observer.

nah itu beberapa point tips untuk bernegosiasi ala mbak Ita Sembiring, semoga bisa ketemu lagi dilain kesempatan. Terimakasih materinya sangat bermanfaat dan headset LA nya :)
Kalo kalian penasaran apa itu Akademi Berbagi dan apa saja kelas-kelas serunya ikutin saja twitternya @Akberjogja :)

ps : dapet kenalan baru yang keren banget, namanya mbak Erlina Ayu. AKu kira masih seumuran ternyata udah menikah dan punya anak, mbak Ayu ternyata penulis wohooo~ bisa cek di erlinaayu.com atau twitternya @erlinaayu :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Learning about Adulting with Jonathan End

Rabu 22 Januari kemarin datang ke acaranya Jonathan End di Kafe Relasi. Awalnya gak tau Bang Joni ke Jogja. Setelah gagal ketemu tanggal 15 desember di Surabaya karena gak jadi liburan di rumah akhirnya ketemu di Jogja. Hahaha tema yang diobrolin kali ini adalah Adulting, apasih adulting itu? dari pemahamanku sesuai yang disampaikan Bang Joni “Apapun keputusan yang diambil sudah dipikirkan dengan hati-hati. Mempertimbangkan resiko apa yang dihadapi. Sehingga tidak menyesal kemudian hari”. Ada beberapa poin yang sempat aku catat. Ada rekaman audionya dua jam tapi belum aku dengerin lagi, belum nemu aja moodnya hahaha ·          Listen to People Who Matters Seringkali kita terlalu mendengarkan apa kata orang lain yang sebenernya gak terlalu penting dalam hidup kita. Mereka yang komentar terkadang hanya basa-basi sambil lalu tapi kita pikirin lama hingga mempengaruhi hidup kita. Yang komentar aja paling udah lupa  sedangkan kita masih kepik...

Con·sent

Beberapa hari ini sering liat seliweran di twitter bahas tentang consent sex vs sex setelah nikah. Satu kubu bela argumen bahwa melakukan sex itu urusan diri masing-masing asal ada consent yaudah gas, sedangkan kubu satunya consent aja gak cukup karena mau sama mau ketika berhubungan sex belum tentu akan aman kedepannya. Bilangnya mau sama mau, habis melakukan sex ternyata ditinggal jadi rasanya seperti habis dilecehkan, belum lagi misal kecolongan hamil terus cowoknya gak mau tanggung jawab kabur. Lihat berita bayi dibunuh setelah dilahirkan atau dibuang sembarang tempat karena orang tua belum siap untuk membesarkan si bayi, akibatnya bayi tidak bersalah yang menjadi korban. Lagi-lagi tidak bisa sesederhana karena udah ada consent terus selanjutnya tidak akan terjadi permasalahan. Consent tidak bisa hanya berpegangan dengan kata "iya, mau" tapi pertimbangan umur, pemahaman tentang tubuhnya dan hubungan sex itu sendiri juga penting. Bagaimana kalo mau hanya karena ta...

SUPERNOVA

Dua hari yang lalu berhasil menyelesaikan novel terakhir serial SUPERNOVA, Inteligensi Embun Pagi. Awal tau serial ini sekitar dua tahun yang lalu ketika Dee Lestari meluncurkan novel Gelombang, saat itu diajakin temen ikut meet and greet sama talkshow nya Dee kalo gak salah yang ngadain anak-anak UGM. Novelnya Dee yang pernah tak baca cuma Perahu Kertas zaman SMA, yaudah sebelum hari H beli novel Gelombang minimal tau lah apa ceritanya jadi pas ikut Talkshow gak bengong. Seharusnya sih kudu baca dari serialnya yang pertama, Ksatria Putri dan Bintang Jatuh tapi gak apa-apa nanti kalo menarik baru baca dari awal. Selesei baca Gelombang yang ada difikiran saat itu adalah gue kudu baca dari serial yang pertama, sumpah ceritanya keren meskipun kadang mikir keras juga hahaha Untung ada temen yang punya novelnya Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar dan petir yaudah gue pinjem terus beli Partikel karena gak ada yang punya. Kemudian jatuh cinta sama serial SUPERNOVA uwaaa~ *lari-lari kelilin...